Pati, Salah satu bidang usaha yang sedang berkembang di Kabupaten Pati sekarang ini, perdagangan dan penjualan bahan bakar elpiji. Itu sebagai konseksuensi program konversi minyak tanah ke gas, sehingga elpiji sebagai bahan bakar makin meningkat. Untuk menghindari kelangkaan dan keterlambatan distribusi gas elpiji, maka dibutuhkan Stasiun Pengisian Bulk (Tabung) Elpiji (SPBE).
Demikian diungkapkan Bupati Pati H Tasiman saat meresmikan beroperasinya SPBE PT Adhisatya di Wedarijaksa, Kamis sore (22/4). Menurut Bupati, kurangnya pasokan dan lambannya distribusi gas elpiji di daerahnya disebabkan tidak adanya SPBE.
“Oleh karena itu, pemerintah melalui ESDM bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan DIY menargetkan pembangunan 25 SPBE yang sudah beroperasi pada tahun 2009, dan 72 SPBE pada tahun 2010,” kata Bupati Tasiman.
Ditambahkan, program konversi gas di Kabupaten Pati sudah berjalan sejak awal 2009. Pelaksanaan konversi ini, berjalan secara bertahap. “Untuk mendukung program konversi ini, maka di Kabupaten Pati telah dibangun dua buah SPBE. Yang pertama SPBE di Margorejo, dan yang saat ini diresmikan SPBE kedua yang dikelola PT Adhisatya. Pemerintah Kabupaten Pati mendukung pembangunan SPBE ini, dengan memfasilitasi kemudian pengurusan izin pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama SPBE PT Adhisatya Wedarijaksa – Suka Adhisatya, yang juga putra Walikota Semarang Sukawi Sutarip mengatakan, dari luas areal 9000 meter persegi, hanya 7000 meter persegi yang dipergunakan menampung gas dan pengisian tabung gas isi 3 kilogram.
Dengan menggunakan mesin manual, berdirinya SPBE PT Adhisatya, kata Suka Adhisayta, mampu menyerap 43 tenaga kerja, yang sebagian besar dari warga Kabupaten Pati. (cw1/joe)
sumber : jawapos

RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags: 



saya dari spbe elpindo pekalongan ingin tahu alamat email spbe di kabupaten pati